WhatsApp Icon

Sambutan Sambutan Buku Refleksi Satu Dekade BAZNAS Provinsi Papua

22/12/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Provinsi Papua

Bagikan:URL telah tercopy
Sambutan Sambutan Buku Refleksi Satu Dekade BAZNAS Provinsi Papua

BAZNAS Provinsi Papua

SAMBUTAN KETUA BAZNAS REPUBLIK INDONESIA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas rahmat dan karunia-Nya, BAZNAS Provinsi Papua telah menjalani satu dekade perjalanan dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah guna meningkatkan kesejahteraan umat. Perjalanan ini tentu tidaklah mudah, namun dengan komitmen, sinergi, dan semangat pengabdian, BAZNAS Provinsi Papua terus berupaya mengoptimalkan perannya dalam memberdayakan mustahik dan memperkuat kelembagaan zakat di daerah ini.

Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, termasuk di Papua, yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki masyarakat dengan semangat gotong royong yang tinggi. Namun, realitasnya, tantangan dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat masih sangat kompleks. Salah satu tantangan utama adalah literasi zakat yang masih perlu ditingkatkan, terutama dalam pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial. Selain itu, kondisi geografis Papua yang luas dan aksesibilitas yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi zakat yang optimal.

Selama satu dekade terakhir, BAZNAS provinsi Papua telah berupaya merancang berbagai program inovatif yang berbasis pada kearifan lokal dan kondisi spesifik wilayah. Melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data, berbagai inisiatif pemberdayaan telah dilakukan, mulai dari program ekonomi produktif, pendidikan, hingga layanan kesehatan berbasis zakat. Perjalanan ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana zakat dapat menjadi solusi strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Dalam konteks menyongsong Indonesia Emas 2045, peran BAZNAS provinsi Papua harus semakin diperkuat dengan strategi yang lebih adaptif dan inovatif. Transformasi digital dalam pengelolaan zakat, peningkatan literasi dan edukasi zakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan di masa depan. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, akademisi, dan sektor swasta menjadi penting dalam memastikan zakat dapat berkontribusi maksimal dalam pembangunan berkelanjutan di Papua.

Kami menyadari bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan dan peningkatan dalam pengelolaan zakat, baik dalam aspek penghimpunan, pengelolaan, maupun pendistribusian nya. Oleh karena itu, kami membuka diri terhadap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak demi menyempurnakan strategi dan kebijakan zakat di Papua.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan satu dekade BAZNAS provinsi Papua. Semoga buku ini dapat menjadi refleksi sekaligus inspirasi bagi kita semua dalam membangun ekosistem zakat yang lebih baik.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA
Ketua BAZNAS RI

SAMBUTAN PJ. GUBERNUR PAPUA PERIODE TAHUN 2022-2024

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Selaku hamba beriman, mari kita panjatkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya kita dapat menyaksikan terbitnya buku, kumpulan tulisan tentang Baznas Provinsi Papua, merupakan hasil dari lomba menulis yang di selenggarakan oleh Baznas Provinsi Papua dengan tema "Refleksi Satu Dekade BAZNAS Provinsi Papua Menghadapi Tantangan Menyongsong Indonesia Emas 2045."

Saya selaku Pj. Gubernur Papua periode 2022-2024, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Papua yang telah berperan aktif dalam upaya meningkatkan budaya literasi di provinsi Papua khususnya di bidang pengelolaan ZIS. Dengan literasi yang baik, akan mendorong masyarakat mempelajari dan memahami seluk beluk pengelolaan zakat yang di syariatkan dalam agama Islam secara baik dan benar. Dengan hal tersebut, di harapkan masyarakat khususnya umat muslim di Provinsi Papua akan ikut berperan aktif memberikan dukungan untuk perkembangan dan kemajuan Baznas Provinsi Papua, sebagai lembaga resmi yang di bentuk oleh pemerintah yang memiliki fungsi melakukan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di mana salah satu tujuan utamanya adalah menyejahterakan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan.

Sebagai lembaga pemerintah yang berfungsi melakukan pengelolaan zakat, infak dan sedekah di Provinsi Papua, BAZNAS Provinsi Papua telah membuktikan perannya dalam membantu masyarakat tidak mampu, bahkan meliputi masyarakat yang tidak beragama Islam. Hal ini sangat menggembirakan, karena Baznas Provinsi Papua dalam pelaksanaan program-programnya telah mewujudkan praktek toleransi antar umat beragama yang sebenar-benarnya sekaligus menghilangkan sikap intoleran antar umat beragama menjadi persaudaran antar umat beragama sebangsa dan setanah air.

Melalui buku ini, diharapkan BAZNAS Provinsi Papua semakin di kenal masyarakat luas, yang berdampak pada semakin besarnya dukungan kepada BAZNAS Provinsi Papua. Untuk itu pemerintah daerah memberikan dukungan kepada BAZNAS Provinsi Papua dan berharap BAZNAS Provinsi papua mengoptimalkan sinergitas dengan Pemerintah Daerah dan selalu konsisten dalam melaksanakan tugas dan fungsi nya untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui pengelolaan ZIS yang profesional, efektif dan efisien.

Wassalamu’alikum Warahmatullah Wabarakatuh
Dr.H.M. Ridwan Rumasukun, SE., MM

SAMBUTAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI PAPUA

"Refleksi Satu Dekade BAZNAS Provinsi Papua Menghadapi Tantangan Menyongsong Indonesia Emas 2045"

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga kita dapat menyaksikan terbitnya buku hasil lomba menulis yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua dengan tema yang sangat relevan dan visioner, yakni "Refleksi Satu Dekade BAZNAS Provinsi Papua Menghadapi Tantangan Menyongsong Indonesia Emas 2045."

Saya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Papua yang telah berperan aktif dalam upaya meningkatkan literasi dan refleksi atas perjalanan satu dekade terakhir dalam pengelolaan zakat di Tanah Papua. Kegiatan lomba menulis ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menuangkan gagasan, refleksi, serta harapan terhadap peran strategis zakat dalam membangun kesejahteraan umat, khususnya di Papua.

Sebagai lembaga yang berperan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa dana umat dapat disalurkan secara tepat guna dan berdaya guna. Dalam satu dekade terakhir, kita telah menyaksikan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh BAZNAS Provinsi Papua, mulai dari program pemberdayaan ekonomi, bantuan sosial, hingga kontribusi dalam pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, yang juga membanggakan, BAZNAS Provinsi Papua berhasil meraih berbagai penghargaan Nasional atas prestasi-prestasi kerja yang telah ditorehkan. Sebagaimana diketahui saat ini, Provinsi Papua telah mengalami pemekaran menjadi empat provinsi, yakni Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Pemekaran ini membawa tantangan baru bagi BAZNAS, terutama dalam memastikan bahwa pengelolaan zakat tetap berjalan efektif di setiap wilayah. Perlu adanya koordinasi yang lebih intensif, penguatan kelembagaan, serta inovasi dalam distribusi zakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah baru hasil pemekaran. Keberlanjutan program yang telah dirintis juga harus menjadi perhatian agar tidak terjadi kesenjangan dalam pelayanan sosial dan pemberdayaan umat.

Selain itu, Kementerian Agama memiliki peran dalam bersinergi dengan BAZNAS guna memelihara dan meningkatkan kerukunan umat beragama serta memperkuat moderasi beragama. Pengelolaan zakat yang baik bukan hanya berdampak pada kesejahteraan ekonomi umat, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial, toleransi, dan keharmonisan antarumat beragama. Dengan sinergi yang kuat antara Kementerian Agama dan BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah menjadi instrumen penting dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan harmonis di Tanah Papua.

Selain perannya dalam pengelolaan zakat, BAZNAS juga dapat berkontribusi dalam program sertifikasi halal yang dikelola oleh Kementerian Agama. Sertifikasi halal merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa produk yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kehalalan sesuai dengan syariat Islam. Sinergi antara BAZNAS dan Lembaga Penjamin Halal dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikasi halal melalui program pendampingan dan pembiayaan. Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal di Papua. Dalam upaya memperluas manfaat zakat bagi masyarakat, sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah juga menjadi faktor kunci.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan zakat yang lebih optimal, baik melalui regulasi, alokasi anggaran, maupun fasilitasi program-program pemberdayaan berbasis zakat. Kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan bahwa program zakat selaras dengan kebijakan pembangunan daerah. Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah, diharapkan distribusi zakat dapat lebih merata dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Saya juga berharap agar sinergi antara BAZNAS dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Papua dapat semakin diperkuat. Wakaf, seperti halnya zakat, memiliki potensi besar dalam pembangunan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS dan BWI dapat menghasilkan program-program strategis berbasis wakaf produktif, yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi umat dalam jangka panjang. Dengan mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf secara bersamaan, kita dapat menciptakan ekosistem ekonomi keumatan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ), masjid- masjid, serta lembaga pendidikan juga perlu diperkuat. UPZ dan LAZ sebagai mitra BAZNAS memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pengumpulan dan pendistribusian zakat. Masjid-masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan juga dapat menjadi tempat edukasi dan penguatan literasi zakat bagi masyarakat. Sementara itu, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai zakat kepada generasi muda, sehingga kesadaran akan pentingnya zakat dan infak dapat tumbuh sejak dini. Dengan sinergi yang erat antara BAZNAS dan berbagai lembaga tersebut, pengelolaan zakat dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Sebagai penutup, saya menghimbau agar BAZNAS terus bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas. Kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak akan mempercepat pencapaian tujuan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan kesejahteraan sosial. Semoga upaya ini semakin memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

Saya berharap bahwa kegiatan penulisan buku sebagai upaya literasi seperti ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan penyelenggaraannya di masa mendatang. Literasi yang baik, terutama dalam bidang zakat dan pemberdayaan umat, akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi. Buku ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana gagasan dan refleksi dapat dituangkan secara sistematis untuk memperkaya wawasan dan pemahaman bersama. Oleh karena itu, saya mendorong agar kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan di Papua.

Namun demikian, tantangan ke depan tentu tidaklah ringan. Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kita dihadapkan pada berbagai dinamika global dan nasional, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta kebutuhan akan inovasi dalam pengelolaan zakat agar semakin efektif dan transparan. Oleh karena itu, refleksi dan gagasan yang tertuang dalam buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan peran zakat dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Saya juga mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba ini.

Karya karya yang terkumpul menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat semakin meningkat. Harapan saya, melalui buku ini, semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh di tengah masyarakat Papua.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi sumbangsih nyata dalam perjalanan BAZNAS Provinsi Papua menuju masa depan yang lebih gemilang. Mari kita terus bersinergi dalam membangun Papua yang lebih sejahtera dan berkeadilan melalui optimalisasi pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Pdt. Klemens Taran
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat