Refleksi Ketua BAZNAS Provinsi Papua
26/01/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Provinsi Papua
BAZNAS Provinsi Papua
“Zero” Adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Baznas Provinsi Papua di awal keberadaannya. Lima unsur Pimpinan, tanpa kantor, tanpa kas dan tidak memiliki staf amil pelaksana. Waktu itu adalah Nopember 2015, awal mula keberadaan Baznas Provinsi Papua sesuai SK Gubernur Papua Nomor : 188.4/405/2015 tanggal 18 November 2015 tentang penetapan Pimpinan Banzas Provinsi Papua periode 2015 – 2020.
Menyadari mulianya tugas dan fungsi yang di emban oleh Baznas Provinsi Papua, sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural ( LPNS ), seluruh Pimpinan berkomitmen, menjadikan Baznas Provinsi Papua sebagai Lembaga Filantropi yang eksis, di percaya masyarakat luas dan memberi manfaat untuk umat dan bangsa di bumi Papua. Energi sepenuhnya dicurahkan, waktu, pikiran, tenaga hingga pengorbanan finansial. Tiada hari tanpa belajar, membaca, mendengar dan berdiskusi tentang perzakatan, dunia yang masih baru untuk semua Pimpinan.
Penguatan kapasitas terus di usahakan. Semua hal tentang ilmu perzakatan, aturan syariat, regulasi dan mekanisme nya di pelajari dan di pahami secara komprehensip. Secara bersamaan, koordinasi dengan berbagai pihak juga di lakukan. Terencana dan masif. Mulai dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua, Kementerian Agama Wilayah Provinsi Papua, tokoh masyarakat, ulama, dan para pengusaha muslim, semua di minta sumbang saran dan arahan untuk Baznas Provinsi Papua. Fokus Grup Diskusi (FGD) adalah salah satu bentuk dari usaha tersebut. Usaha membumikan Baznas di Provinsi Papua. Manisnya buah dari ihtiar itu mulai terasa. Kantor di Jl. APO Kabupaten Jayapura, yang di pinjamkan oleh Kementrian Agama Provinsi menjadi saksi sejarah awal perjalanan perkembangan Baznas Provinsi Papua. Berlanjut di bulan Agustus tahun 2018, keluarnya SE Gubernur Papua sebagai dasar pemotongan zakat ASN secara payroll system, banyak merubah wajah Baznas Provinsi Papua, dengan lebih dari 3000 ASN muslim yang membayar zakat dan infaq secara rutin ke Baznas Provinsi Papua. Peningkatan Penghimpunan dana ZIS yang cukup signifikan, membuahkan banyak program penyaluran baik konsumtif maupun produktif untuk masyarakat luas terutama kaum mustadz’afin. Di tambah dengan dukungan program penyaluran dari Baznas RI, geliat Baznas Provinsi Papua mulai terasa manfaatnya oleh masyarakat secara luas, inklusif, hingga menembus batas perbedaan agama. Pengelolaan dana yang bukan hanya berasal dari dana zakat, tetapi meliputi dana Infaq dan DSKL, menghasilkan program penyaluran ZIS yang dapat di nikmati bukan hanya mustahiq tetapi juga fakir miskin dari non muslim. Hal ini menjadi bagian dari prioritas program Baznas penyaluran Baznas Provinsi Papua, mengingat Provinsi Papua adalah salah satu wilayah muslim minoritas, sehingga diharapkan melalui penyaluran ZIS lintas agama mampu mengahadirkan wajah Islam yang simpatik, santun dan bersahaja. Santunan Desember Berbagi untuk Orang Asli Papua ( OAP ) dan Program Layanan Kesehatan gratis melalui Rumah Sehat Baznas (RSB ) Papua adalah beberapa contoh dari program yang dapat di akses non muslim, selain program sanitasi sehat dan penanggulangan stunting. Dari sanalah semakin tumbuh kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan ZIS mereka melalui Baznas Provinsi Papua, terbukti dengan nilai penghimpunan ZIS dan DSKL di Baznas Provinsi Papua yang meningkat setiap tahunnya. Dari pertumbuhan penghimpunan itulah, tentu semakin banyak mustahiq dan masyarakat tidak mampu yang terbantu melalui berbagai program di Baznas Provinsi Papua, meliputi Papua Makmur (Penyaluran di bidang ekonomi), Papua cerdas (Penyaluran di bidang pendidikan), Papua Sehat (Penyaluran di bidang kesehatan), Papua Dakwah (Penyaluran di bidang keagamaan) dan Papua Peduli (Penyaluran di bidang kemanusiaan ). Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin bertiup. Itu pula dinamika yang di rasakan dan terjadi dalam perjalanan satu dekade Baznas Provinsi Papua. Salah satu hal berat yang pernah terjadi dalam pasang surut perkembangan pengelolaan ZIS Baznas Provinsi Papua adalah proses rencana pendirian Rumah Sehat Baznas (RSB ) Papua di tahun 2017. Banyak energi terkuras ketika Baznas Provinsi Papua mengupayakan berdirinya RSB Papua, sebuah layanan kesehatan tidak berbayar untuk orang-orang tidak mampu. Usaha penghimpunan dana sudah di usahakan secara optimal, hingga mendapatkan dukungan secara finansial dari Baznas RI. Dari proses pendirian RSB Papua tersebut, Baznas Provinsi Papua mampu mewujudkan pengadaan tanah lokasi RSB Papua seluas 17.500 m2 di wilayah Abepura Kota Jayapura, sebuah luasan tanah yang cukup fatastis untuk lembaga baru sekelas Baznas Provinsi Papua. Setelah tanah lokasi rencana RSB Papua terbeli, proses pembangunan di mulai dengan membuat akses jalan ke lokasi rencana RSB Papua sepanjang hampir 500 m, dengan lebar jalan 10 m. Semua di laksanakan dengan dana mandiri Baznas Provinsi Papua hasil pengumpulan untuk pendirian RSB Papua. Ketika jalan sudah selesai terbangun, masalahpun mulai muncul. Pemalangan adat atas tanahpun terjadi. Sebuah permasalahan klise di wilayah Papua jika menyoal tanah, meskipun berbagai antisipasi sudah di lakukan sejak awal rencana pengadaan tanah. Lokasi yang sedianya di rencanakan untuk RSB Papua, program layanan kesehatan gratis menyasar fakir miskin, tanpa menyoal latar belakang agamapun, kandas untuk sementara. Hampir hilang asa, ketika menghadapi kenyataan, bahwa kerja keras yang sudah di lakukan sekian lama, berbuah pemalangan tanah dan batal berlanjut.
Namun itu tidak berlangsung lama, karena sekali layar terbentang, pantang surut ke belakang. Kita yakin Allah SWT punya rencana baik di balik musibah yang terjadi. Begitulah kira-kira semangat dan keyakinan yang ada dalam setiap diri Pimpinan dan amilin Baznas Provinsi Papua. Akhirnya di tahun 2021, klinik layanan kesehatan gratis dengan segala keterbatasannya di buka oleh Baznas Provinsi Papua bertempat di lantai dasar kantor yang di sewa oleh Baznas Provinsi Papua. Lokasi kantor ke-2 Baznas Provinsi Papua, setelah kantor yang dipinjamkan oleh Kementerian Agama Wilayah Provinsi Papua juga mengalami pemalangan oleh adat. Dengan 1 dokter umum dan 3 tenaga medis yang menggawangi, Klinik RSB Papua berjalan dengan sepenuh hati sebesar kemampuan yang di miliki melayani masyarakat tidak mampu secara cumacuma. Ternyata sambutan masyarakat luas sangat luar biasa. Banyaknya masyakarat yang datang untuk menjadi member klinik sekaligus mendapatkan layanan kesehatan menjadi bukti dari penerimaan masyarakat akan kehadiran Klinik RSB Papua. Nama Baznas Provinsi Papua pun semakin di kenal oleh masyarakat. Akan tetapi ujian kembali di rasakan Baznas Provinsi Papua. Hal ini terjadi ketika terjadi kebijakan pemekaran provinsi Papua menjadi 4 provinsi dan ASN dari unsur guru dan tenaga kependidikan di kembalikan pengelolaannya kepada pemerintah daerah Kota dan Kabupaten. Keadaan baru ini menyebabkan jumlah ASN yang berzakat dan berinfaq melalui Baznas Provinsi Papua menurun secara drastis. Lebih dari 50 % berkurangnya jumlah ASN yang berzakat dan berinfaq melalui Baznas Provinsi Papua. Imbasnya adalah penghimpunan ZIS Baznas Provinsi Papua di tahun 2023 pun mengalami penurunan, sehingga beberapa program penyaluran terpaksa harus di kurangi nilai penyalurannya.
Tetapi kondisi inipun tidak menyurutkan semangat seluruh unsur Banzas Provinsi Papua. Kondisi yang cukup sulit ini, bahkan menjadi cambuk seluruh Pimpinan dan amilin Baznas Provinsi Papua semakin gesit berbenah diri dan mengatasi perubahan situasi yang ada. Berbagai inovasi dan terobosan di lakukan, agar bahtera yang sudah besar, dengan penumpang yang semakin banyak dan bergantung pada bahtera inipun, tidak terhenti atau bahkan tenggelam karena di terjang ombak bahkan karam karena tak mampu memutar haluan ke arah yang semestinya. Penguatan penghimpunan di usahakan dengan berbagai cara, terutama penguasaan dan penguatan digital crowdfunding, adalah langkah-langkah yang di ambil oleh Baznas Provinsi Papua. TIdak ada usaha yang menghianati hasil, dan tidak ada doa yang tidak di dengar Allah SWT. Kapal besar bertajuk Baznas Provinsi Papua itupun tetap berlayar dan semakin besar dan kokoh.
Sampailah pada babak baru perkembangan Baznas Papua. Pertengahan tahun 2023, dengan di fasilitasi dari Muzaki Baznas Provinsi Papua, Allah takdirkan Pimpinan Baznas bersilaturahmi dengan H. Muh. Yudin yang juga salah satu Muzaki Baznas Provinsi, pemilik Hotel Yudisyah Jayapura. Dari silaturahmi tersebut, di dapat penjelasan bahwa ada keinginan dari Bapak. H. Muh. Yudin, menyerahkan Hotel Yudisyah kepada Baznas, di kelola untuk kepentingan umat dan masyarakat oleh Baznas Provinsi Papua, karena faktor usia beliau yang sudah tidak memungkinkan untuk mengoperasikan aset tersebut. Proses berjalan, Baznas Provinsi Papua segera berkoordinasi dengan berbagi pihak untuk mewujudkan keinginan baik dari Bapak H. Muh. Yudin. Berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua, Kementrian Agama Provinsi Papua, KUA Distrik Jayapura Selatan selaku operator pelaksana proses wakaf di wilayah jayapura Selatan hingga berkoordinasi dengan Pimpinan Baznas RI pun di lakukan oleh Baznas Provinsi Papua. Akhirnya ikrar wakaf di buat, nadzir di tentukan dan Hotel Yudisyah pun di rehab untuk penyesuaian fungsi dan perbaikan beberapa hal, sampai pada awal Januari 2025, Baznas Provinsi Provinsi Papua resmi berkantor di eks Hotel Yudisyah, di Argapura Kota Jayapura. Di kantor baru yang cukup megah ini, terdapat berbagi pelayanan umat dan masyarakat, yaitu RSB Papua, BTB Papua, Zmart dan kantor ZDC Papua. Satu langkah baru Baznas Provinsi Papua menjadi lebih maju, lebih banyak membawa berkah dan manfaat untuk umat, sekaligus membantu pemerintah melakukan upaya-upaya pengentasan kemiskinan bersumber dari dana Zakat, Infaq dan Sedekah.
Sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan, itulah janji Allah SWT, dan Allah pasti menepati janjinya. Liku-liku dan dinamika dari satu dekade perjalanan Baznas Provinsi Papua, telah banyak di lalui. Keberhasilan tidak boleh menjadikan membusungkan dada dalam berupaya terus maju, akan tetapi kegagalan dan tantangan juga bukan menjadi alasan untuk berhenti dan mundur, akan tetapi bisa di jadikan cambuk untuk lebih maju. Banzas Provinsi Papua sebagai pemegang amanah pengelolaan ZIS di Provinsi Papua sesuai UU nomor 21 tahun 2011, harus terus maju dan berkembang, karena kiprahnya di tunggu oleh umat dan masyarakat di Provinsi Papua, untuk mampu meringankan bahkan memberdayakan umat dan masyarakat tidak mampu, merubah status mereka dari mustahiq menjadi berdaya, melalui pengelolaan dana ZIS yang bersumber dari umat dan masyarakat. Semakin berkembangnya Banzas Provinsi Papua saat ini, harus di akui sebagai berkat karunia Allah SWT. Dukungan dari Pemerintah daerah, lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah dan para muzaki, adalah sumber energi yang telah dan akan terus membesarkan Baznas Provinsi Papua kedepan. Amanah ini harus terus di jaga baik, karena jalan masih panjang ke depan dan akan semakin berliku. Semakin banyak tantangan yang akan di hadapi oleh Baznas Provinsi Papua, seiring dengan perkembangannya dan dinamika kebutuhan umat dan masyarakat. Terus berbenah, kreatif, inovatif, termasuk mengikuti perkembangan teknologi adalah kunci yang harus terus di pegang oleh Baznas Provinsi Papua. Mempermudah akses pengumpulan ZIS melalui teknologi yang update, menetapkan program penyaluran yang sesuai dengan kebutuhan para mustahiq dan fakir miskin serta akuntabel dalam sistem pencatatan dan pelaporan adalah beberapa kunci Baznas akan semakin maju dan tetap bertahan di masa depan. Semoga Allah SWT selalu menjaga Baznas Provinsi Papua, untuk tetap dan selalu amanah dalam pengelolaan ZIS, untuk memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat. Dengan demikian Baznas Provinsi Papua akan menorehkan warna indah dan menyejukkan untuk syiar Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, di Provinsi Papua. Baznas Provinsi Papua, From Zero to be Proud Of, dari tidak di kenal menjadi lembaga yang membanggakan untuk semuanya. Aamiin.
Ir.H. Merza Edy Nadzari
Artikel Lainnya
Zakat Online BAZNAS Provinsi Papua, Mudah, Aman, dan Membawa Keberkahan
Sambutan Sambutan Buku Refleksi Satu Dekade BAZNAS Provinsi Papua
BAZNAS Provinsi Papua Raih TOP DIGITAL Awards 2025, Bukti Transformasi Digital Berkelanjutan
SAMBUTAN PJ. GUBERNUR PAPUA PERIODE TAHUN 2022-2024
Sedekah Produktif: Dari Kebaikan Menjadi Kemandirian Ekonomi Papua
Makna Rezeki yang Luas dan Keutamaan Sedekah di Hari Jumat
Refleksi Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Papua
TINTA EMAS BAZNAS DALAM KEBANGKITAN ZAKAT DI BUMI CENDRAWASIH
Dari Papua untuk Sumatra: BAZNAS Provinsi Papua Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Kemanusiaan
Refleksi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Papua
Refleksi Wakil Ketua IV Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Papua
Isra Mi’raj: Pengingat Shalat, Iman, dan Kepedulian Sosial
Sedekah Jumat di Bulan Ramadan 1447 H: Lipat Gandakan Pahala Bersama BAZNAS Provinsi Papua
Rajab Bulan Kebaikan: Saatnya Perbanyak Sedekah dan Infak
Sedekah Jumat Bersama BAZNAS Provinsi Papua, Pupuk Kebaikan Raih Keberkahan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Papua.
Lihat Daftar Rekening →